Sponsor

Qur'an Besar Di Palembang

Quran Besar Di Palembang
Salah satu destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi di Palembang adalah Al Qur’an raksasa Al Akbar yang berlokasi di Pondok Pesantren Modern IGM Al Ihsaniyah Gandus Palembang di Jalan M Amin Fauzi, Soak Bujang. Al-Qur'an Al-Akbar merupakan al-quran terbesar didunia terdapat 30 juz ayat suci al-qur'an yang berhasil dipahat/diukir khas Palembang dalam lembar kayu dimana Al-Qur’an ini berukuran panjang 1,7 meter dan lebar 1,3 meter setiap lembarnya, dilengkapi dengan tajwid serta doa khataman bagi pemula. Al-Quran ini terbuat dari kurang lebih 40 kubik kayu tembesu dengan ukiran khas Sumatera Selatan. Dibangun bertingkat lima dan kita bisa naik sampai keatas.
 
Gagasan pembuatan Al-Quran Terbesar ini tercetus pada tahun 2002, setelah penulis merampungkan pemasangan kaligrafi pintu dan ornamen Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan. Dari sana terpikir untuk membuat Mushaf Al-Qur’an dengan ornamen dan ukiran khas Palembang. Maka di malam bulan Ramadhan, tergambar dalam pikiran penulis sebuah Al-Qur’an raksasa yang terbuat dari kayu dan menjadi mushaf yang terbesar di dunia.
 
Al Quran Al Akbar mulai dikerjakan sejak tahun 2002 dan baru selesai pada tahun 2008 lalu. Pada akhir 2011, Al-Quran ini dinilai layak untuk dipublikasikan dan pada Senin, 30 Januari 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama seluruh delegasi konferensi parlemen Organisasi Konferensi Islam (OKI) meresmikan penggunaan Al-Quran yang disebut sebagai Al-Quran terbesar yang dicetak di atas lembaran kayu tembesu.
 
Untuk dapat ikut belajar dan menikmati keindahan Al Quran Al Akbar, wisatawan tidak harus membayar tiket, namun ada kotak sumbangan untuk pembangunan Al Quran Al Akbar, yang bisa diisi seikhlasnya oleh para pengunjung.

Inilah Sejarah Singkat Benteng Kuto Besak Palembang

Benteng Kuto Besak di Palembang
Kuto Besak adalah bangunan keraton yang pada abad XVIII menjadi pusat Kesultanan Palembang. Gagasan mendirikan Benteng Kuto Besak diprakarsai oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah pada tahun 1724-1758 dan pelaksanaan pembangunannya diselesaikan oleh penerusnya yaitu Sultan Mahmud Bahauddin yang memerintah pada tahun 1776-1803. Sultan Mahmud Bahauddin ini adalah seorang tokoh kesultanan Palembang Darussalam yang realistis dan praktis dalam perdagangan internasional, serta seorang agamawan yang menjadikan Palembang sebagai pusat sastra agama di Nusantara. Menandai perannya sebagai sultan, ia pindah dari Keraton Kuto Lamo ke Kuto Besak. Belanda menyebut Kuto Besak sebagai nieuwe keraton alias keraton baru.

Benteng ini mulai dibangun pada tahun 1780 dengan arsitek yang tidak diketahui dengan pasti dan pelaksanaan pengawasan pekerjaan dipercayakan pada seorang Tionghoa. Semen perekat bata menggunakan batu kapur yang ada di daerah pedalaman Sungai Ogan ditambah dengan putih telur. Waktu yang dipergunakan untuk membangun Kuto Besak ini kurang lebih 17 tahun. Keraton ini ditempati secara resmi pada hari Senin pada tanggal 21 Februari 1797.

Berbeda dengan letak keraton lama yang berlokasi di daerah pedalaman, keraton baru berdiri di posisi yang sangat terbuka, strategis, dan sekaligus sangat indah. Posisinya menghadap ke Sungai Musi.

Pada masa itu, Kota Palembang masih dikelilingi oleh anak-anak sungai yang membelah wilayah kota menjadi pulau-pulau. Kuto Besak pun seolah berdiri di atas pulau karena dibatasi oleh Sungai Sekanak di bagian barat, Sungai Tengkuruk di bagian timur, dan Sungai Kapuran di bagian utara.


Pendapat de Sturler megenai kondisi benteng Kuto Besak:
lebar 77 roede dan panjangnya 44 roede, dilengkapi dengan 3 baluarti separo dan sebuah baluarti penuh, yang melengkapi keempat sisi keliling tembok. Tembok tersebut tebalnya 5 kaki dan tinggi dari tanah 22 dan 24 kaki.

Tembok ini diperkuat dengan 4 bastion (baluarti). Di dalam masih ada tembok yang serupa dan hampir sama tingginya, dengan pintu-pintu gerbang yang kuat, sehingga ini dapat juga dipergunakan untuk pertahanan jika tembok pertama dapat didobrak
 
Pengukuran terbaru para konsutan sendiri mendapatkan ukuran yang sedikit berbeda, yaitu panjang 290 meter dan lebar 180 meter. Di bagian dalam di tengah kraton disebut Dalem, khusus untuk tempat kediaman raja, lebih tinggi beberapa kaki dari bangunan biasa. Seluruhnya dikelilingi oleh dinding yang tinggi sehingga membawa satu perlindungan bagi raja. Tak seorang pun boleh mendekati tempat tinggal raja ini kecuali para keluarganya atau orang yang diperintahkannya.

Pada saat peperangan melawan penjajah Belanda tahun 1819, terdapat sebanyak 129 pucuk meriam berada di atas tembok Kuto Besak. Sedangkan saat pada peperangan tahun 1821, hanya ada 75 pucuk meriam di atas dinding Kuto Besak dan 30 pucuk di sepanjang tembok sungai, yang siaga mengancam penyerang.

Inilah cara membuat pempek kapal selam khas palembang

Jika ditanya tentang pempek Palembang, pasti hal pertama yang Anda ingat adalah pempek kapal selam, pempek lenjer, pempek adaan dan kuah cuko yang lezat. Pempek kapal selam berada di urutan pertama karena pempek jenis ini sangatlah populer di Indonesia, adonan pempek yang diisi dengan telur ayam mentah yang kemudian digoreng matang membuat Anda ketagihan, apalagi jika rasa kuah cukonya mantap.

Sayangnya, membuat pempek kapal selam tidaklah mudah, kesulitan utama akan Anda temui disaat Anda berusaha untuk memasukkan satu butir telur ayam mentah ke dalam adonan pempek kapal selam yang telah dibentuk, jika kurang hati-hati, telur ayam akan tercecer keluar dan adonan tidak bisa dilipat dengan benar.

Untuk membuat pempek kapal selam, Anda harus mempelajari berbagai resep pempek kapal selam dan mempraktekannya, dari sekian resep yang ada, tentunya ada satu resep yang cocok dengan Anda. Berikut ini resep pempek isi telur/kapal selam ala Sisca Susanto dari buku “Seri Makanan Favorit.”
Resep Pempek Kapal Selam Yang Enak

resep-pempek-kapal-selam-yang-enak

Bahan utama:

a. Yang Anda butuhkan untuk membuat pempek kapal selam antara lain adalah 400 gram daging ikan tenggiri atau ikan jenis apa pun yang berdaging putih, entah itu ikan gabus yang segar

b. Siapkan pula 200 ml air es

c. Siapkan setengah sendok makan garam

d. Siapkan tiga siung bawang putih dan 300 gram tepung sagu yang berkualitas

Resep pempek kapal selam untuk bahan kuah cuko:

a. Menikmati pempek kapal selam akan lebih lengkap jika ditemani dengan kuah cuko pedas yang nikmat, untuk membuat kuah cuko, Anda membutuhkan lima buah cabai merah keriting yang telah dihaluskan

b. Siapkan pula empat buah cabai rawit yang telah dihaluskan

c. Siapkan empat siung bawang putih yang telah dihaluskan

d. Siapkan 500 ml air

e. Siapkan 50 gram gula pasir dan 25 gram garam

f. Empat sendok makan kecap asin

g. Siapkan 100 ml air asam jawa yang diambil dari 2 sdm buah asam atau setara dengan 4 sdm cuka

h. Dan terakhir siapkan dua sendok makan ebi yang telah disangrai sampai matang dan dihaluskan
Cara Membuat Pempek Kapal Selam

1. Langkah pertama untuk membuat pempek kapal selam adalah dengan memblender daging ikan tenggiri bersama bawang putih, air es dan garam. Blender hingga semua bahan tercampur merata dan halus

2. Tuangkan adonan ikan tenggiri yang telah diblender ke dalam wadah berukuran besar untuk kemudian ditambahkan dengan tepung sagu dan diaduk serta diuleni hingga adonan pempek kapal selam tidak lengket dan siap dibentuk

3. Bagi adonan pempek kapal selam menjadi beberapa bagian dan usahakan agar masing-masing adonan pempek beratnya sekitar 100 gram.

4. Bentuk adonan berbentuk bulatan besar dan buat cekungan di bagian tengahnya, usahkan agar cekungannya memanjang bukannya melebar. Tekan bagian dinding kantung adonan pempek agar lebih padat serta kantung semakin besar.

5. Tuangkan satu butir telur ayam, dan usahakan untuk memakai telur ayam yang kecil ke dalam cekungan adonan dan rapatkan ujung kantung adonan hingga tertutup merapat.

6. Rebus pempek kapal selam hingga pempek mengapung setelah itu goreng pempek hingga berwarna kuning kecoklatan

7. Buat kuah cuko dengan cara merebus semua bahan kuah cuko sampai kuah mendidih dan matang, cicipi kuah cuko dan pastikan jika rasanya masam, manis dan pedas, setelah itu saring dan sajikan dengan pempek kapal selam yang panas

Resep pempek kapal selam yang Anda simak di atas bisa menjadi referensi disaat Anda berencana untuk membuat pempek kapal selam yang lezat.

Hijaunya Gunung Dempo yang indah

Gunung Dempo merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Sumatera, Indonesia. Gunung Dempo mempunyai ketinggian setinggi 3,195 meter.

Gunung Dempo mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.Gunung Dempo (3159 mdpl) terletak di perbatasan propinsi Sumatera Selatan dan propinsi Bengkulu. Untuk mencapai desa terdekat, terlebih dahulu anda harus mencapai kota Pagar Alam, kurang lebih 7 jam perjalanan darat dari Palembang. Dari ibukota Sumsel ini tersedia banyak bus ke arah Pagar Alam, salah satunya dengan menggunakan bus Dharma Karya. Atau apabila anda dari Jakarta, sebelumnya dapat menumpang bus jurusan Bengkulu atau Padang, dan turun di Lahat.

Kota Pagar Alam, memang sesuai dengan namanya, kota ini jelas dikelilingi barisan pegunungan Bukit Barisan dan yang tertinggi dari barisan tersebut adalah Gunung Dempo. Gunung ini sangat indah menjulang tegak menggapai langit nan biru apabila dilihat pada pagi hari. Oleh karena itu sangat tepat bila bermalam dulu di kota ini, disini banyak tersedia losmen atau motel, berkisar Rp20 ribu semalam. Budaya kota yang sudah berbaur dari berbagai suku baik pendatang maupun asli menciptakan kedamaian yang anda tidak peroleh di kota-kota besar. Dari terminal Pagar Alam, terlebih dulu mencarter mobil/taksi untuk jurusan Pabrik Teh PTPN III yang jaraknya mencapai 15 KM dari terminal. Di Pabrik ini ada baiknya anda berkenalan dengan seseorang yang biasa dipanggil pak Anton, beliau termasuk yang dituakan oleh para pencinta alam seantero Sumsel-Lampung. Dengan meminta bantuannya, mobil carteran akan membawa anda ke desa terdekat dari kaki gunung Dempo, yang dapat memakan waktu lebih dari 20 menit, karena jalannya cukup terjal, berkelok dengan melewati hamparan kebun teh nan hijau.

Jalur menuju ke puncak gunung inipun sudah sangat jelas dan bahkan di hari-hari biasa pun banyak orang desa yang sengaja naik ke puncak baik itu untuk mencari kayu ataupun sekedar berhiking ria. gunung ini memang cukup tinggi tetapi air jernih yang ada terdapat sampai setengah perjalanan ke gunung ini sehingga para pendaki tidak perlu khawatir kehabisan air minum selama perjalanan. Sebuah kali kecil yang jernih, mengalir di perbatasan hutan pertanda kita mulai memasuki daerah hutan yang ditumbuhi dengan tumbuhan yang mirip seperti yang kita dapati di gunung Gede-Pangrango, yaitu hutan montana. Jalan setapak penuh dengan akar-akar yang melintang, kemiringan lereng sendiri cukup curam untuk memeras keringat. Tidak ada tanda-tanda khusus, keadaan hutan ini hampir homogen dan sangat hening.

Empat atau lima jam kemudian, kita akan memasuki daerah dengan vegetasi tumbuhan berpohon rendah dan semakin rendah, beberapa daerah agak terbuka, pandangan pun menjadi luas. Gunung Dempo memiliki dua puncak yang satunya bernama puncak api. Menjelang puncak pertama Dempo yang merupakan dataran masif, Puncak pertama ditumbuhi tanaman yang rendah mirip perdu. Dari puncak pertama ini kita turun kembali kelembah yang diapit oleh puncak pertama dan puncak utama. Dilembah ini terdapat sebuah sumber mata air mengalir disini. Hanya airnya yang jernih ini sedikit kecut rasanya, mungkin pengaruh rembesan belerang.

Pendakian kepuncak utama tidak terlalu sulit. Lerengnya terdiri dari kerikil dan batu-batu dengan kemitingan lereng sekitar 40°, cukup stabil untuk didaki. Puncak utama gunung Dempo (3158 m), Merupakan kawah gunung berapi yang masih bergejolak dengan diameter sekitar seratus meter persegi. Dinding kawah cukup terjal dan tidak mungkin bisa dituruni tanpa batuan tali temali. Pemandangan dari puncak cukup mengasyikan. Selain kawah yang memberikan kesan khusus, tampak juga terhamparan propinsi Bengkulu dengan Lautan Hindia dengan hamparan lembah yang sunyi dan hening. Perjalanan turun hanya memakan waktu dua jam. Bila kemalaman anda bisa menginap di Dusuun VI, dengan terlebih dahulu minta izin kepala keamanan di sana. Disini juga memproduksi teh hitam alami.